
Industri
komik di Indonesia semakin menunjukkan perkembangan pesatnya. Hal ini
dibuktikan dengan adanya berbagai perhelatan besar di tanah air seperti
Cergambore, Mangafest,
Popcon Asia, Anime Festival Asia (AFA),
Hellofest, Comifuro (Comic Frontier), dan tentu saja dua perhelatan akbar di akhir tahun 2013:
Kompetisi Komik Indonesia dan Kompetisi Penciptaan Karakter Lokal Indonesia yang disponsori oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Demi menjaga konsistensi dalam pengembangan industri
komik
di Indonesia, Komunitas Pelaku dan Pemerhati Komik Lokal (Komikara)
bekerjasama dengan komik.bdg menyelenggarakan Pasar Komik Bandung 2014
(Pakoban2014). Pakoban2014 yang diadakan pada Sabtu-Minggu (15-16/3/14)
itu bertempat di Grand Floor dan First Floor, Braga City Walk. Selain
bisa membeli berbagai macam jenis
komik, lego
actionfigure, dan
merchandise, pengunjung Pakoban2014 juga bisa ikut di dalam beberapa
talkshow interaktif dengan komikus-komikus kreatif yang telah mencatat sukses dalam dunia perkomikan tanah air.
Pengunjung yang telah berbelanja komik-komik favorit mereka tampak langsung mengambil posisi duduk untuk mengikuti jalannya
talkshow pertama.
Talkshow
pertama itu diisi oleh Komik Fantasteen, Garudayana Saga 3, dan 101
Lika-liku Anak Kos yang dimulai pada pukul 14.00 WIB di panggung utama.
Talkshow berikutnya diisi oleh Muslim Show yang sekaligus menuntaskan kegiatan Pakoban2014 di panggung utama.

Pada
hari kedua tepatnya Minggu (16/3/14) pegunjung Pakoban2014 tampak lebih
ramai, baik di panggung utama maupun di bazar. Di bazar, puluhan
penerbit buku komik serta komunitas-komunitas komik ikut langsung
memasarkan karya mereka. Dari bazar Pakoban2014 di Grand Floor,
pengunjung dapat membeli komik-komik berkualitas buatan anak muda
Indonesia. Salah satu yang menjadi favorit pengunjung ialah komik si
Juki. Si Juki sendiri, tokoh lucu dan unik yang dilahirkan oleh komikus
Faza Meonk. Si Juki, seorang anak laki-laki yang hidup di lingkungan
adat Betawi itu tidak hanya melakoni perannya di balik susunan
kertas-kertas, ia juga ikut berkicau di media sosial seperti Twitter dan
Facebook untuk menyapa penggemarnya atau menyampaikan ide-ide
kreatifnya. Melalui buku dan sosial media tersebut, si Juki menjadi
salah satu tokoh komik yang sangat berpengaruh di tengah-tengah
masyarakat Indonesia akhir-akhir ini. Menggunakan
username @JukiHoki, si Juki telah memiliki
follower Twitter hingga mencapai angka 47.000 akun.
Selain si Juki terdapat juga
stand komik Nusantaranger yang
juga berada di Ground Floor Braga City Walk. Nusantaranger adalah salah
satu komik yang menceritakan tentang lima pemuda Indonesia yang diberi
kekuatan khusus dari lima pulau besar di Indonesia untuk melawan Kelana
atau entitas jahat yang ingin menguasai Marcapada. Terlihat banyak
pengunjung yang membeli komik Nusantaranger untuk mengetahui rangkaian
kisah menariknya.

Beberapa
workshop dan
talkshow di
hari kedua pun tampak lebih ramai. Komunitas pelaku komik juga terlihat
saling bertukar pikiran di depan panggung utama. Mereka mengambil
kesempatan tersebut untuk saling menginspirasi dan tidak menutup
kemungkinan untuk menjalin kolaborasi. Pada pukul 10.00 WIB, di panggung
utama terdapat
workshop menulis cerita pendek untuk komik. Disambung dengan
talkshow mengenai kemampuan membagi waktu dalam berkarya komik dan mengurus waktu-waktu pribadi. Setelah itu, juga terdapat
talkshow mengenai
HAKI dalam industri kreatif dan
talkshow mengenai potensi ekonomi
web comic.
Kreator tokoh si Juki, Faza Meonk mengaku sangat menyambut perhelatan
komik kali ini. Menurutnya, Pasar Komik Bandung 2014 bisa menjadi mesin
pengembang industri komik di Indonesia. Sehingga, tambah Faza,
penerbit-penerbit yang ada di Indonesia tertarik untuk ikut
berkontribusi dalam menerbitkan komik-komik karya anak bangsa. “Saya
sangat percaya jika komikus-komikus tetap konsisten dan terus
meningkatkan kualitas, komik-komik Indonesia akan sampai pada masa
emasnya,” tutur Faza Meonk kepada Indonesia Kreatif
.

Sementara
itu, hal serupa juga diungkapkan oleh Imansyah Lubis, ketua
penyelenggara Pasar Komik Bandung 2014. “Saat ini, industri komik sedang
bagus-bagusnya. Khususnya, sejak dicanangkan oleh pemerintah pada tahun
2005 tentang industri kreatif. Dan pada 2013 lalu, terdapat sub
direktorat khusus dalam menampung pergerakan industri
komik,
animasi,
game, dan
film
yang berada dibawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Oleh
sebab itu, saya melihat banyak sekali kesempatan untuk berkarir di
industri komik,” ujar Imansyah kepada Indonesia Kreatif.
Imansyah Lubis mengharapkan kegiatan seperti Pasar Komik Bandung 2014
bisa dilakukan lebih sering dan lebih banyak. “Kita mesti membuat
sesering mungkin kegiatan komik seperti Pakoban2014 ini. Kita undang
berbagai pelaku kreatif, penikmat komik, dan komunitas-komunitas pecinta
Jepang di Indonesia untuk ikut mengerakkan industri komik di Indonesia,
jika kita bangkit sama-sama, kita akan maju sama-sama,” tutup Imansyah
Lubis.
—
Website Komikara (
http://rumahkomikara.blogspot.com/)
Facebook Pasar Komik Bandung 2014 (
http://www.facebook.com/pakoban2014/)
Sumber : http://news.indonesiakreatif.net/pakoban2014/